Keynote Speaker: Assoc. Prof. Takeo Maruyama (Kanazawa University, Jepang)
Dalam materi keynote yang ditampilkan pada layar konferensi, Assoc. Prof. Takeo Maruyama mengangkat topik:
“Optical Wireless Power Transmission for Moving Objects”
Pada laman resmi keynote AGERS 2025, Prof. Maruyama disebut memiliki minat riset pada optical wireless power transmission, silicon photonics, dan optical computing, dengan rekam jejak riset elektronik-fotonik dari Tokyo Institute of Technology hingga Kanazawa University.
r10.ieee.org
Intinya, keynote ini membahas pendekatan mengirim daya secara nirkabel menggunakan cahaya (optical/laser-based) agar perangkat bisa terus bergerak tanpa downtime untuk pengisian ulang.
Apa Itu Optical Wireless Power Transmission?
Jika wireless charging yang umum kita kenal memanfaatkan induksi elektromagnetik (jarak sangat dekat), optical wireless power menargetkan jarak lebih fleksibel dengan prinsip sederhana:
Energi listrik diubah menjadi cahaya terarah (mis. laser/LED intensitas tinggi).
Cahaya diarahkan ke penerima (receiver) pada objek bergerak.
Receiver mengonversi cahaya kembali menjadi energi listrik (mis. melalui sel fotovoltaik khusus).
Nilai strategisnya bukan sekadar “tanpa kabel”, melainkan tanpa berhenti. Inilah kata kunci penting ketika objeknya bergerak: robot, drone, kendaraan otonom, perangkat inspeksi, atau sensor yang diposisikan dinamis.
Mengapa “Moving Objects” Itu Sulit, Tapi Penting?
Mengirim daya ke objek diam saja sudah menantang. Ketika objek bergerak, tantangannya berlapis:
1) Akurasi penjejakan dan penguncian (tracking & alignment)
Receiver harus tetap “kena” pancaran. Sedikit meleset, daya turun drastis.
2) Fluktuasi kebutuhan daya
Objek bergerak cenderung punya beban dinamis—motor, aktuator, komputasi, dan komunikasi naik-turun.
3) Gangguan lingkungan
Kabut, hujan, debu, dan getaran dapat memengaruhi stabilitas transmisi optik.
Karena itulah riset di ranah ini menarik: ia memaksa disiplin ilmu bertemu—fotonik, kontrol, komunikasi, sistem tenaga, dan keselamatan.
Relevansi untuk Remote Sensing: “Sensor Pintar” Akan Semakin Haus Energi
Remote sensing modern bergerak ke arah:
sensor lebih rapat (dense sensing),
interval pengamatan lebih sering,
pemrosesan lebih dekat ke tepi (edge computing),
integrasi AI untuk deteksi dini.
Semua itu meningkatkan kebutuhan energi. Maka, optical wireless power berpotensi menjadi “jalan pintas” untuk beberapa skenario lapangan, misalnya:
Pemantauan lingkungan dan bencana berbasis platform bergerak
Drone dan robot darat sering dibatasi durasi baterai. Jika daya bisa “dikirim”, misi bisa lebih panjang, lebih aman, dan lebih responsif.
Koridor inspeksi: kampus, industri, hingga infrastruktur publik
Objek bergerak (robot inspeksi) dapat melakukan patroli rutin tanpa harus kembali ke charging dock terlalu sering—mengurangi jeda, menekan risiko blind spot.
Jaringan sensor yang butuh kontinuitas
Beberapa sistem monitoring butuh kestabilan daya untuk menjaga integritas data—karena data yang “bolong” sering lebih mahal daripada data yang terlambat.
Mengapa Ini Penting untuk Mahasiswa dan Ekosistem Riset Kampus?
Dari sudut pandang campus life, keynote ini membuka cara pandang bahwa “inovasi” tidak selalu harus dimulai dari model AI terbaru. Kadang, lompatan nyata terjadi ketika kita menyelesaikan hambatan paling praktis: daya, akses, dan kontinuitas operasi.
Topik “optical wireless power untuk objek bergerak” bisa menjadi trigger ide lintas program studi:
RPL/AI: algoritma tracking, prediksi gerak, dan kontrol adaptif.
Elektro: desain receiver dan manajemen daya.
Telekomunikasi: integrasi komunikasi + daya (co-design).
Teknik industri/manufaktur: deployment dan keselamatan proses.
Sains data/geospasial: pipeline data yang lebih real-time karena perangkat lebih “tahan lama”.



