Di Gelanggang Olahraga Telkom University, suara kok beradu dengan raket berpadu dengan sorakan penonton menciptakan atmosfer meriah. Bulutangkis di TEL-U CUP 2025 selalu jadi cabang favorit, dan tahun ini, salah satu pertandingan jadi legenda karena satu hal: tekad untuk memukul shuttlecock sekuat tenaga, walau itu bulu angsa.
Pertandingan yang Panas Sejak Awal
Begitu peluit dibunyikan, tempo cepat langsung diambil kedua pemain. Kok meluncur cepat, di-smash, dibalas drive, dan dikembalikan dengan netting tajam. Penonton pun tak henti bertepuk tangan di setiap reli panjang.
Aksi-aksi yang Membuat Deg-degan
Smash Mematikan: Pemain ganda putra dari tim FTE melancarkan smash diagonal yang sulit dibendung, membuat lawan terjatuh saat mencoba mengembalikan bola.
Netting Tipis: Di tunggal putri, terjadi duel netting hingga lima kali berturut-turut sebelum salah satu pemain melakukan tumble shot yang nyaris menempel di net.
Comeback Dramatis: Tim yang sempat tertinggal lima poin berhasil membalikkan skor menjadi 22–20 di game penentuan.
Momen Emas
Puncak sorakan terjadi saat salah satu pemain melakukan jump smash spektakuler, membuat shuttlecock meluncur tajam ke sudut lapangan. Penonton bersorak sambil berdiri, dan komentator sampai berseru, “Biar pun bulu angsa, engkau akan ku smash!”
Lebih dari Sekadar Menang
Di balik sengitnya laga, yang terlihat adalah semangat sportivitas. Setelah pertandingan, kedua tim saling berjabat tangan, tertawa, dan berfoto bersama. Inilah esensi TEL-U CUP: kompetisi yang menghibur dan mempererat persaudaraan kampus.
Kesimpulan:
Bulutangkis TEL-U CUP 2025 membuktikan bahwa di lapangan, yang penting bukan hanya kekuatan smash, tapi juga strategi, mental, dan rasa saling menghargai. Tahun depan, siapa lagi yang siap membuktikan bahwa bulu angsa pun bisa membawa kejayaan?



