Tenis Meja & Networking Pegawai: Kolaborasi Seru di Balik Smash dan Tawa
Siapa sangka tenis meja di Telkom University bukan hanya olahraga, tapi juga jadi jembatan kolaborasi lintas divisi dan unit kerja. Yuk, intip bagaimana raket kecil ini bisa mempererat relasi antar pegawai!
tags: Tenis Meja, Pegawai Telkom University, Tel-U, Kolaborasi Kantor, Sport Office, Aktivitas Kampus
“Kadang ide kolaborasi terbaik lahir bukan dari rapat formal, tapi dari rally bola kecil di atas meja 2 meter.” 😄
🏓 Olahraga Ringan, Dampak Besar
Banyak yang mengira tenis meja itu cuma olahraga ringan buat ngisi waktu istirahat kantor. Tapi buat kami, para pegawai di Telkom University, tenis meja itu lebih dari sekadar olahraga. Ini soal komunikasi, energi, dan… ya, juga tempat nongkrong santai versi sehat.
Di sela jam kerja, pukulan kecil itu sering jadi pemantik obrolan besar. Mulai dari tukar pikiran lintas unit, saling kenal antar divisi, sampai munculnya ide kolaborasi kerja yang sebelumnya gak pernah kepikiran.
🤝 Antara Raket, Networking, dan Kolaborasi
Satu hal yang jarang disadari: meja tenis adalah tempat netral. Di sini, gak ada jabatan. Semua setara. Yang penting refleks dan respect.
Bayangkan ini:
- Pegawai dari Divisi IT main bareng staf Keuangan, awalnya cuma iseng, eh malah jadi ngobrolin kebutuhan sistem dashboard.
- Staf HR dan dosen muda ketemu di lapangan tenis meja, tukar ide tentang program wellness bulanan.
- Bahkan satpam kampus yang jago main smash bisa jadi pemecah suasana dan perekat relasi.
Di dunia kerja yang kadang terlalu formal, tenis meja bisa jadi jembatan informal yang justru efektif membangun chemistry kerja.
🧠 Sehat Fisik, Sehat Sosial
Tenis meja itu cepet, padat, tapi gak butuh stamina sekuat futsal. Cocok banget buat pegawai kampus yang pengen olahraga tanpa capek berlebihan. Dan yang lebih penting: ada efek positifnya buat sosial dan psikologis:
- Mengurangi stres kerja (yes, deadline tetap ada, tapi mood kita lebih stabil!)
- Menumbuhkan budaya inklusif dan cair
- Mendorong komunikasi lintas level yang lebih humanis
Yang awalnya gak kenal, jadi saling sapa. Yang awalnya canggung, jadi bisa sharing ide proyek bareng.
🔍 Bukti Nyata di Telkom University
Di beberapa sudut kampus, terutama di gedung-gedung kantor, meja tenis meja bukan hal asing. Beberapa unit bahkan punya jadwal internal main bareng setiap Jumat sore. Ada yang bawa raket sendiri, ada juga yang pinjem sambil ngopi.
Pernah ada cerita, tim pengembangan web internal bisa dikebut karena obrolan informal waktu istirahat main. Komunikasi jadi cepat, karena udah cair duluan di lapangan. Kolaborasi jadi jalan bukan karena “project”, tapi karena “kenal”.
📌 Kesimpulan: Bangun Koneksi Lewat Raket
Dalam dunia kerja, kita butuh ruang untuk saling mengerti. Dan kadang, ruang itu gak selalu berupa ruang rapat.
Tenis meja di kampus Telkom University bukan cuma soal bola, raket, atau skor. Tapi tentang menjaga ritme kerja yang sehat, membangun koneksi lintas jabatan, dan membuka peluang kerja sama yang lebih manusiawi.
💼 Rekomendasi untuk Pegawai:
- Luangkan waktu seminggu sekali main tenis meja antar divisi.
- Gunakan aktivitas ini sebagai media bonding, bukan kompetisi.
- Siapkan ruang khusus atau jadwal open table untuk siapa pun yang ingin bergabung.
- Keyword utama: tenis meja pegawai Telkom University, kolaborasi kerja kampus, networking antar staf
- Keyword pendukung: aktivitas kantor sehat, olahraga ringan di kampus, komunikasi kerja sehat
Pernah punya momen seru atau ide besar gara-gara main tenis meja di kantor? Ceritain di kolom komentar ya. Atau ajak rekan kerjamu buat duel sehat minggu ini. 😄



